Archive for the ‘Linux’ Category

Filed Under (Linux) by herman13 on November-25-2007

Slackware 12.0 sudah cukup lama keluar, dimana Distro tersebut telah memiliki banyak fungsi-fungsi tambahan yang cukup uptodate.

Salah satunya adalah fungsi Hotplug, dimana secara otomatis akan mengaitkan Flashdisk, memory card, dll yang berbasis USB. Namun, ada sebuah kendala, dimana akan terjadi penampilan pesan error pada Flashdisk tersebut ditancapkan kedalam USB. Adapun pesan error yang akan ditampilkan adalah

A security policy in place prevents this sender from sending this message to this recipient, see message bus configuration file (rejected message had interface “org.freedesktop.Hal.Device.Volume” member “Mount” error name “(unset)” destination “org.freedesktop.Hal”)

Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, terdapat 3 cara yaitu

  1. Melakukan pengeditan pada file group yang terdapat didalam direktori /etc, lalu tambahkan user yang akan diberikan akses melakukan pengaitan secara otomatis pada group-group yang diinginkan (plugdev, audio, video, cdrom, power). Adapun contoh dari penambahan tersebut misalkan pada plugdev agar user adadeh dapat mengaitkan Flashdisknya secara otomatis, maka pada group plugdev ditambahkan nama user tersebut. Langkah-langkahnya:
    • edit /etc/group
    • cari plugdev
    • tambahkan nama usernya –> plugdev:x:83:root,adadeh,user_lainnya

    Namun kelemahan cara ini adalah jika kita memiliki banyak user, maka memasukkan user tersebut secara satu persatu akan menjadi kendala.

  2. Cara yang kedua mungkin akan menjadi salah satu alternatif yang mudah, yaitu dengan menambahkan kelompok group yang dapat melakukan pengaitan pada sebuah file yang bernama hal.conf, dimana file tersebut terletak di /etc/dbus-1/system.d/. Adapun caranya adalah:
    • edit file hal.conf yang terdapat pada diretori /etc/dbus-1/system.d/
    • tambahkan pada baris terakhir sebelum </busconfig> sebuah policy baru untuk group yang ingin diberikan sebuah kewewenangan. Misalnya group “users” dapat melakukan segala sesuatu dengan power, memanipulasi video, memount volume, maka policy yang ditambahkan adalah
      • <policy group=”users”>
        <allow send_interface=”org.freedesktop.Hal.Device.SystemPowerManagement”/>
        <allow send_interface=”org.freedesktop.Hal.Device.VideoAdapterPM”/>
        <allow send_interface=”org.freedesktop.Hal.Device.LaptopPanel”/>
        <allow send_interface=”org.freedesktop.Hal.Device.Volume”/>
        <allow send_interface=”org.freedesktop.Hal.Device.Volume.Crypto”/>
        </policy>
    • Masukkan seluruh user yang ingin mendapatkan fasilitas tersebut diatas kedalam group “users”
  3. Menambahkan pada FSTAB dengan tools vsupdfstab. Adapun caranya adalah

PENTING:

Jangan lupa untuk meng-unmount flashdisk yang telah termounting sebelum mencabut. Jika lupa melakukan unmount, kemungkinan besar data yang terdapat didalam flashdisk tersebut hilang atau rusak.

Demikian informasi yang dapat saya bagikan, semoga dapat berguna bagi kawan-kawan.



Filed Under (Linux) by herman13 on June-17-2007

Pada Sistem Operasi Linux memiliki sistem hak akses yang sangat kuat, sehingga banyak aplikasi-aplikasi penting yang hanya dapat diakses/digunakan oleh orang-orang yang memiliki prioritas tertentu saja.

Sehingga user biasa yang membutuhkan aplikasi yang hanya dapat diakses oleh root tidak dapat menjalankan perintah tersebut. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, ada sebuah aplikasi yang berfungsi memberikan sebuah akses setara dengan administratif akses secara terbatas kepada user biasa.

Aplikasi ini disebut dengan nama SUDO (Super User DO).

Aplikasi SUDO terbagi atas 3 bagian utama agar dapat digunakan:

  • Perintah visudo yaitu perintah untuk mengedit file sudoers yang terdapat pada direktori etc
  • File konfigurasi (sudoers) yang disimpan didalam etc berisikan alias, host, user, perintah-perintah yang ada pada sistem dan aturan yang dimiliki oleh user dalam mengeksekusi perintah-perintah yang dimiliki oleh root.
  • Perintah SUDO adalah perintah untuk menjalankan perintah yang dapat dilakukan oleh root oleh user biasa.

Cara mengkonfigurasi file sudoers

Pada saat pertama kali file sudoers dibuka hanya berisikan informasi berikut ini:

#sudoers file
#This file MUST be edited with the ‘visudo’ command as root
#See the sudoers man page for the details on how to write a sudoers file#Host alias specification
#User alias specification
#Cmnd alias specification
#User privilege alias specification
root ALL=(ALL) ALL

Dari informasi diatas, maka dapat diketahui bahwa file tersebut terbagi menjadi 4 bagian utama yaitu

  • Host alias specification

Contoh:

#Host alias specification
Host_alias LOCAL = 192.168.0.200/255.255.255.0

Bagian ini menyatakan alias dari nama host. Dalam menyatakan alias dari nama host biasanya menggunakan alamat ipaddress dari host tersebut atau dapat juga menggunakan nama dari host tersebut.

  • User alias specification

Contoh:

#User alias specification
User_Alias ADMINISTRATOR = gde, agus

Bagian ini adalah untuk mengelompokkan user berdasarkan user alias yang telah ditentukan sehingga setiap kelompok memiliki batasan-batasan tertentu yang dapat diakses. Seperti contoh diatas terdapat sebuah kelompok alias yaitu ADMINISTRATOR yang berisikan user gde dan agus, dimana nantinya user tersebut hanya dapat menjalan perintah yang terdapat pada kelompok ADMINISTRATOR saja.

  • Cmnd alias specification

Contoh:

#Cmnd alias specification
Cmnd_alias IPTABLE = /sbin/iptables
Cmnd_alias START = /var/www/htdocs/rules/start.sh

Perintah-perintah SUDO dikelompokkan kedalam command alias. Dapat dilihat dari contoh diatas, yaitu menjalan perintah IPTable yang terdapat didalam direktori /sbin, menjalankan command script START yang terdapat pada diretori web server.

  • User privilege alias specification

Contoh:

#User privilege alias specification
root ALL=(ALL) ALL
ADMINISTRATOR ALL = (ALL) NOPASSWD: ALL

Bagian ini adalah termasuk bagian terpenting dari konfigurasi SUDO, karena pada konfigurasi ini berhubungan dengan privilage.

Perintah root ALL=(ALL) ALL adalah aturan untuk root agar bisa menjalankan semua perintah dari nama host manapun dan sebagai semua user yang ada didalam sistem.

Perintah ADMINISTRATOR ALL - (ALL) NOPASSWD: ALL adalah untuk menyatakan bahwa kelompok user yang terdapat dalam user alias ADMINISTRATOR dapat menjalankan perintah yang telah dikelompokkan kedalam command alias. Dan tanpa perlu memasukkan password user tersebut pada saat menjalankan perintah.



Filed Under (Linux) by herman13 on June-17-2007

Pada umumnya, secara default Windows memiliki fasilitas Remote Desktop, sehingga seorang teknisi atau user dapat melakukan koneksi kedalam sistem dari client mereka untuk melakukan perbaikkan. Pada Sistem Operasi Linux yang mengunakan KDE sebagai xWindows mereka, juga telah memiliki fasilitas ini. Dimana seorang user dapat masuk dan mengoperasikan computer remote secara penuh sesuai dengan batasan yang telah ditentukan.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan untuk mengaktifkan fungsi ini yaitu:

  • Mengaktifkan Desktop Sharing yang berada pada Control Center -> Internet & Network -> Desktop Sharing atau Sistem -> krfb (Remote Desktop)
  • Menentukan apakah orang yang mengakses Desktop tersebut harus diundang terlebih dahulu atau dapat secara langsung mengakses Desktop tersebut selama user tersebut mengetahui password dari Remote Desktop tersebut (Password dibuat pada area Uninvited Connection). Jika seseorang harus diundang terlebih dahulu untuk mengakses Desktop, maka harus dibuatkan sebuah invitation dimana akan secara otomatis dibuatkan sebuah password dan waktu pengaksesan akan dibatasi. Invitation ini dapat diberikan secara langsung atau dikirim melalui email.

Pada sisi Client dapat dilakukan beberapa cara pengaksesan:

  1. VNC
    • Pada sisi client harus telah memiliki VNC Client telah terinstall. Terdapat beberapa VNC client yang dapat didownload secara gratis, dan salah satunya adalah RealVNC dari realvnc.com. Download client VNC tersebut sesuai dengan sistem operasi yang digunakan untuk mengakses.
    • Setelah Client VNC terinstall, maka jalankan Client VNC yang anda gunakan misalnya pada realvnc pada konsole ketikkan realvnc maka akan tampil windows kecil yang meminta untuk memasukkan IP dari Remote Desktop yang akan diakses. Untuk menyesuaikan resolusi dan ukuran yang akan ditampilkan dari Remote Desktop dapat dilakukan setup pada Client VNC tersebut. Jika telah sesuai, tekan ok, maka akan meminta password dari Remote Desktop. Jika koneksi sukses, maka Windows dari Remote Desktop akan tampil.
    • Untuk diskonek dari remote desktop yaitu hanya dengan menutup windows dari remote desktop yang terbuka, atau memilih quit dari remote desktop pada icon remote desktop pada kiri bawah taskbar jika kita berada pada full screen.
  1. KRDC (KDE Remote Desktop Connection)

Cara ini lebih mudah, karena KRDC merupakan bawaan daripada KDE, adapun cara pengaksesan dengan cara:

  • Start -> Internet -> Krdc
  • Pada menu masukkan vnc:/server_ipĀ  Contoh: vnc:/192.168.1.1
  • Pilih settingan yang sesuai dengan keadaan jaringan
  • Masukkan password yang terdaftar di server


Filed Under (Linux) by herman13 on June-17-2007

Kadang kalau kita sangatlah sulit untuk bepergian ketempat lain dimana dimasing-masing tempat mengunakan sistem operasi yang berbeda dan kita telah memiliki sebuah kebiasaan dengan salah satu OS yang kita miliki (dalam topik ini yaitu Linux).

Kadang kalau kita sangatlah sulit untuk bepergian ketempat lain dimana dimasing-masing tempat mengunakan sistem operasi yang berbeda dan kita telah memiliki sebuah kebiasaan dengan salah satu OS yang kita miliki (dalam topik ini yaitu Linux).

Solusi untuk hal ini adalah dengan cara membawa bootable flash disk yang telah terinstall salah satu distro yang diinginkan. Namun hal ini menjadi tidak mungkin jika mobo dari tempat kita memboot flash disk tersebut tidak mensupport bootable mengunakan usb. Oleh karena itu solusi lain yang ada yaitu menjalankan emulator.

Disini yang akan saya jelaskan yaitu menjalankan distro slax diatas emulator windows.

Files dapat didownload di:

  • Qemu : http://fabrice.bellard.free.fr/qemu/download.html
  • Qemu under windows: http://www.h7.dion.ne.jp/~qemu-win/
  • Slax : www.slax.org
  • Image os lain : http://www.oszoo.org/wiki/index.php/Category:Operating_System_Images

Setelah seluruh file telah didownload, extrak file-file tersebut ke flashdisk anda. Untuk menjalankan sangatlah mudah yaitu

  • Image floppy:
    • qemu.exe -L . -m 128 -boot a -fda nama_image.img
    • qemu.exe -L . -m 128 -boot a -fda nama_image.img -soundhw all -localtime
  • Image hd:
    • qemu.exe -L . -m 128 -hda nama_image.img
    • qemu.exe -L . -m 128 -hda nama_image.img -soundhw all -localtime
  • image iso:
    • qemu.exe -L . -m 128 -cdrom nama_image.iso
    • qemu.exe -L . -m 128 -cdrom nama_imageiso -soundhw all -localtime

Setelah menjalankan salah satu perintah qemu tersebut diatas, maka akan tampil sistem operasi favorit anda dan siap digunakan.

Keterangan:

-L : lokasi bios
-m : ukuran memory (Mbyte)
-boot : boot device floppy(a), hard disk(c), CD-ROM(d)
-fda : floppy image
-hda : hard disk image
-cdrom : CD-ROM image

Jika ingin mencicipi beberapa os yang berstatus opensource secara online, dapat mencobanya pada situs:

http://connessi.webminds.cs.unibo.it:8880/

Namun, pastikan tersedia JRE terinstall pada sistem anda.



Filed Under (Linux) by herman13 on June-17-2007

Windows komputer memiliki fasilitas pengiriman pesan antar komputer berbasis Windows yang disebut dengan net send. Dari komputer yang berbasis Linux pun dapat melakukan pengiriman pesan net send tersebut asalkan samba client terinstall didalamnya. Adapun fasilitas yang digunakan yaitu smbclient. Cara melakukan pengiriman pesan tersebut melalui Linux yaitu:

Jika ingin mengirim ke Sistem saja dan seluruh user yang aktif akan menerima pesan caranya:

smbclient -M <

pesan

Jika telah selesai tekan Control-D.

Jika ingin mengirim pesan ke specifik user pada komputer tertentu caranya:

smbclient -M -U <

pesan

Jika telah selesai tekan Control-D.

Contoh:

nama komputer : winxp

nama user : dedi

pesan yang akan dikirim : ini percobaan saja

smbclient -M winxp -U dedi <

ini percobaan saja

Tekan Control-D

maka user tersebut akan menerima popup message. Selamat mencoba.



Filed Under (Linux) by herman13 on June-17-2007

Software untuk menjalankan hardware network yang tidak didukung oleh Linux dengan mengunakan drivers dari Windows. Software untuk menjalankan hardware network yang tidak didukung oleh Linux dengan mengunakan drivers dari Windows.

Sumber:

http://ndiswrapper.sourceforge.net/mediawiki/index.php/Installation#Compile_and_install

Download Address:

http://sourceforge.net/projects/ndiswrapper/

Hardware yang didukung:

http://ndiswrapper.sourceforge.net/mediawiki/index.php/List

Tip:
Menginstall NdisWrapper

  • Membutuhkan kernel minimal 2.6.6 or 2.4.26 (sebaiknya download kernel dari masing-masing distro)
  • Hapus NdisWrapper versi lama yang telah terinstall sebelumnya.
  • Download NDisWrapper yang terbaru
  • Extract NDisWrapper tersebut : #tar -zxvf ndiswrapper-version.tar.gz
  • Masuk kedirektori dari code sumber NDisWrapper : #cd ndiswrapper-version
  • Jalankan perintah ‘make distclean’ (jika kita telah pernah membuat make sebelumnya) dan ‘make’
  • Jalankan perintah ‘make install’ untuk menginstall

Menggunakan NdisWrapper

  • Extract dan ambil driver dari hardware yang ingin digunakan dari file .cab.
  • Untuk menginstall driver jalankan perintah: #ndiswrapper -i filename.inf
  • Untuk melihat driver yang terinstall dengan ndiswrapper jalankan perintah : #ndiskwrapper -l
  • Jika driver telah terinstall maka akan terdapat kata ‘present’
  • Load hardare yang diinstall dengan mengunakan drivers dari windows tersebut. Misalnya wireless card perintah: #iwconfig wlan0 up


Filed Under (Linux) by herman13 on June-17-2007

Secara default kernel Linux telah dilengkapi dengan logo Linux di sisi kiri atas. Jika kita ingin menganti logo tersebut sesuai dengan logo yang kita inginkan, maka dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini:

* Pastikan binary sumber dari kernel terinstall (dibutuhkan karena logo Linux dikompile didalam kernel)
* Buat atau cari gambar yang berukuran 80×80 px dengan 224 warna. Jika tidak ada tidak masalah karena kita akan membuat dan merubah dengan program khusus.
* Simpan file gambar tersebut kedalam format png.
* Sekarang kita akan membuat file ppm dengan perintah:

#pngtopnm logo.png | ppmquant -fs 224 | pnmtoplainpnm > logo_linux_clut224.ppm

* Copy file “logo_linux_clut224.ppm” ke dalam direktori source dari kernel

#cp logo_linux_clut224.ppm /usr/src/linux/drivers/video/logo/

* Pastikan opsi-opsi berikut ini diaktifkan pada kernel(secara default telah aktif):

Support for frame buffer devices
VESA VGA graphics support
Video mode selection support
Framebuffer Console support
Select compiled-in fonts
VGA 8×16 font
Bootup logo
Standard 224-color Linux logo

* Setelah selesai, lakukan langkah-langkah pengompilan kernel (pastikan seluruh proses tidak terjadi error).



Filed Under (Linux) by herman13 on June-17-2007

Lilo secara default akan menampilkan kotak warna merah dimana didalamnya terdapat menu dari operating system yang akan diboot. Agar boot loader ini memiliki tampilan yang lebih menarik maka, tapilannya dapat diganti dengan image hasil buatan sendiri.
Lilo secara default akan menampilkan kotak warna merah dimana didalamnya terdapat menu dari operating system yang akan diboot. Agar boot loader ini memiliki tampilan yang lebih menarik maka, tapilannya dapat diganti dengan image hasil buatan sendiri.

Trik:
1. Buat sebuah image yang dapat didukung oleh LILO yaitu image bitmap dengan ukuran 640×480 dengan 255 warna.

cara membuatnya gambar awal:
a. buat sebuah gambar dengan GIMP.
b. klik kanan gambar pada GIMP window, select image -> scale image.
c. Ketik 640 pada new width field dan 480 di new height field.
d. Ganti Interpolation combo box control untuk membaca cubit (best)
e. Tekan OK.
f. klik kanan gambar pada GIMP window sekali lagi, select image -> mode -> indexed
g. Ganti number of colors menjadi 255
h. beri centang pada radio button no color dithering
i. Tekan OK.
j. Jika gambar yang dibuat sangat penuh dengan warna, sebaiknya tambahkan area kosong untuk menaruh timer, menu pilihan os pada waktu lilo boot.
k. Simpan gambar yang telah kita buat dengan format BITMAP contoh: gambar.bmp

2. untuk mengetahui koordinat XY untuk posisi konsole dan menu pilihan os yang akan dimasukkan pada lilo.conf:
a. Arahkan mouse pada sisi kiri atas gambar dimana akan ditampilkan.
b. Lihat koordinat pada sisi kiri bawah dari GIMP window yang memberikan informasi mengenai posisi dari mouse anda (contoh koordinat 55, 214)

3. untuk mengetahui koordinat XY untuk posisi penampilan timer dan menu pilihan os yang akan dimasukkan pada lilo.conf:
a. Arahkan mouse pada sisi kiri atas area dimana akan ditampilkan menu.
b. Lihat koordinat pada sisi kiri bawah dari GIMP window yang memberikan informasi mengenai posisi dari mouse anda (contoh koordinat 582,455)

4. Memilih warna untuk font pada menu dan timer:
a. pada gambar tersebut diatas, kita dapat melihat warna yang diinginkan dengan mengunakan palette warna
b. klik kanan pada gambar, pilih dialogs -> indexed palette
c. Pilih salah satu warna pada list warna, maka akan tampil nomor dari warna tersebut. Misalnya warna kuning muda dengan angka 235.

5. Setelah seluruh info dicatat dan gambar selesai dibuat, lalu :
a. Copy file gambar yang telah kita buat ke direktori /boot
b. edit file /etc/lilo.conf dan tambahkan informasi dengan format sbb:

Code:
#message = /boot/boot_message.txt
install=bmp
bitmap=/boot/nama_gambar.bmp
bmp-table=,,,

bmp-colors=,,,,,
bmp-timer=,,,,
Keterangan:

#message = /boot/boot_message.txt
Remark ‘message = /boot/boot_message.txt’ karena ini merupakan default daripada lilo agar tidak masuk ke text cmd.

bitmap=/boot/nama_gambar.bmp
Memberitahukan posisi gambar dari boot splash tersebut dimana posisinya di direktori /boot dengan nama sesuai dgn nama file kita.
contoh dari pembuatan kita sebelumnya:
bitmap=/boot/gambar.bmp

bmp-table=,,,

, –> info yang kita dapat dari GIMP
–> Jumlah colom yang kita inginkan
–> jumlah baris perkolom yang kita inginkan contoh:
Kita mendapatkan koordinat x=55p dan y=214p < — p disini memberitahukan LILO bahwa angka tersebut dalam format satuan pixel.
dengan jumlah kolom 1 dan baris 6maka hasilnya adalah:
bmp-table=55p,214p,1,6

bmp-colors=,,,,,
warna menu pada keadaan normal:
–> warna foreground
–> warna background
–> warna shadow

warna pada waktu menu dipilih:
–> selected foreground
–> selected background
–> selected shadow

contoh:
Pada keadaan normal kita ingin membuat warna putih(254) diatas hitam(0), tanpa bayangan().
Pada keadaan terpilih kita ingin membuat warna kuning(242) diatas hitam(0), tanpa bayangan().

maka hasilnya adalah:
bmp-colors=254,0,,242,0,

bmp-timer=,,,,
, –> koordinat yang diambil dari GIMP dalam satuan pixel
–> warna foreground
–> warna background
–> warna shadow

contoh:
kita memiliki koordinat x = 582p dan y = 455p <– p disini memberitahukan LILO bahwa angka tersebut dalam format satuan pixel.
Kita ingin membuat font pada timer dengan warna hitam(0) diatas putih(254), tanpa bayangan().

maka hasilnya adalah:
bmp-timer=582p,455p,0,254,

Hasil akhir dari contoh kita:

#message = /boot/boot_message.txt
install=bmp
bitmap=/boot/nama_gambar.bmp
bmp-table=55p,214p,1,6
bmp-colors=254,0,,242,0,
bmp-timer=582p,455p,0,254,



Filed Under (Linux) by herman13 on June-17-2007

Saat ini rata-rata distro telah mematikan fungsi telnet dan mengunakan SSH sebagai fungsi login ke sistem secara remote, oleh karena itu banyak orang-orang yang suka iseng melakukan penyerangan ke port ini untuk mendapatkan akses ke komputer kita. Untuk mengurangi kerusakan yang parah sebaiknya lakukan pembatasan-pembatasan akses ke port ssh kita dengan langkah-langkah:

* Edit file /etc/ssh/sshd_config dan rubah beberapa konfigurasi yang ada

LoginGraceTime 1m <– rubah batasan waktu
PermitRootLogin no <– jangan diberikan akses root untuk melakukan ssh akses
MaxAuthTries 2 <– batasi percobaan pengaksesan jika terjadi kegagalan
AllowUsers nama_user <– tentukan siapa saja yang dapat melakukan ssh akses
ListenAddress xxx.xxx.xxx.xxx <– tentukan dari no ip berapa saja dapat melakukan ssh akses
Port xxxx <– Ganti port 22 (default port ssh) ke no port yang dipakai oleh applikasi lain sehingga mempersulit penebakan no port/scan port

* Batasi pembukaan akses listen ke port ssh jika komputer kita terkonfigure dengan multiple network. misal hanya dari eth0 yang di set listen pada port ssh
* Gunakan protocol ssh terbaru
* Gunakan host.deny dan host.allow untuk membatasi ip yang dapat mengakses komputer kita.
* Gunakan password yang panjang dan berkombinasi sehingga mempersulit/memperlama proses penebakan password.
* Gunakan “Public Key Authentication Method”, cara menyetingnya bisa dilihat di link ini: http://www.ssh.com/support/documentation/online/ssh/adminguide/32/Public-Key_Authentication-2.html. Simpan informasi login anda (public key) dalam storage yang aman dan selalu anda bawa kemanapun anda bepergian.



Filed Under (Linux) by herman13 on June-17-2007

Kernel merupakan inti dari semua sistem operasi. Pada Linux, kernel dapat dirubah/disesuaikan dengan kebutuhan user. Pada basic kernel, banyak fungsi-fungsi yang tidak diaktifkan dengan tujuan untuk menghemat resource dari memory. Beberapa contoh umum dari resource yang di disable yaitu: support untuk AMD, usb, multi prosesor (SMP = untuk computer yang mengunakan prosesor), dll.
Kernel merupakan inti dari semua sistem operasi. Pada Linux, kernel dapat dirubah/disesuaikan dengan kebutuhan user. Pada basic kernel, banyak fungsi-fungsi yang tidak diaktifkan dengan tujuan untuk menghemat resource dari memory. Beberapa contoh umum dari resource yang di disable yaitu: support untuk AMD, usb, multi prosesor (SMP = untuk computer yang mengunakan prosesor), dll.

Namun, jika kita memiliki computer yang berkemampuan rendah, alangkah baiknya jangan mengaktifkan seluruh fasilitas pada kernel, karena akan dapat membebani sistem. Sebaiknya yang tidak terlalu penting di set menjadi module.

Selain itu juga sebelum kita memutuskan untuk membuat kernel sendiri, sebaiknya coba memeriksa situs dari distro yang kita pakai terlebih dahulu, apakah kernel dengan spec yang kita inginkan tersedia, hal ini dikarena kernel dari distro yang kita pakai telah terkonfigure dengan baik dan memiliki standar dengan hardware-hardware yang berada dipasaran dan juga kita dapat menghemat waktu untuk mencari settingan yang sesuai. Jika kita tidak memiliki pilihan / ingin belajar lebih jauh tentang sistem operasi yang kita gunakan maka membangun kernel sendiri itulah pilihannya.

Tip & Trik:
1. Download kode sumber kernel dari www.kernel.org atau dari masing-masing situs distro kita.
2. Download dan extrak kernel tersebut ke /usr/src
3. Setelah terextrak pindah ke direktori /usr/src/linux
4. Jalankan perintah #make menuconfig atau #make xconfig (cuma beda tampilan)
5. Lakukan pengeditan terhadap kernel dari menu-menu yang tersedia sesuai dengan keinginan. Deskripsi dari masing-masing fungsi dapat ditampilkan.
6. Jika semua telah selesai ketikan #make dep
7. Jika semua telah selesai ketikan #make clean
8. Jika semua telah selesai ketikan #make bzImage
9. Sekarang kernel baru anda telah siap dengan nama bzImage
10. Biasanya kernel berada di /boot dengan nama vmlinuz
11. Sekarang kita copykan kernel kita yang baru ke /boot namun kernel yang lama jangan di timpa/diganti, buatkan nama baru untuk kernel kita. Contoh: #cp /usr/src/linux/arch/i386/boot/bzImage /boot/vmlinuz-2.6.18
12. Untuk membuat module untuk hardware yang ada jalankan perintah #make modules
13. Untuk mengintal module jalankan perintah #make modules_install
14. Maka module tersebut akan terinstall pada /lib/modules
15. Sekarang bagian yang paling susah edit lilo.conf / grub.conf yang berada pada /etc. TAMBAHKAN MENU BARU untuk memanggil kernel yang baru dan JGN DIHAPUS MENU yang lama untuk menghindari kegagalan boot dari sistem kita masih bisa boot mengunakan kernel yang lama.
16. Jalankan perintah untuk meload lilo atau grub anda.
17. Reboot komputer kita.
18. Setelah tampil menu pilihan, pilih kernel kita yang baru.
19. Rasakan bedanya. Kalau masih ada masalah maka anda harus mengedit ulang kernel anda sampai mendapatkan sesuatu yang sesuai dengan keinginan (terutama nantinya bermasalah pada setting memory untuk mencari yang pass gitu loh.)
20. Jika sudah pas, maka kita sekarang dapat menghapus kernel lama kita dan seluruh setting yang berhubungan dengan kernel lama pada lilo.conf dan grub.conf.

Catatan:
1. Jangan lupa menset hardisk controller anda pada kernel (jgn sebagai module).
2. Jangan lupa menset EXT2 pada kernel (EXT3 boleh di set sebagai module) karena beberapa aplikasi yang diload pada waktu boot masih mengunakan EXT2 sebagai setandar.
3. Sound Card sebaiknya di set sebagai module.
4. Usb boleh di set sebagai module, namun pada preliminary USB device file system di set ‘y’.
5. Support untuk MS dos fat fs support dan vfat (windows) fs di set sebagai module.